Filsafat Sebagai Mother of Sciences?

Image result for aristoteles vs plato
School of Athens, Socrates And Plato, Rafael

Filsafat mungkin sebagian orang kenal sebagai mother of sciences (Induk dari segala ilmu pengetahuan), mengapa bisa dikatakan demikian? Apakah pantas filsafat diposisikan sebagai ‘sang ibu’ yang melahirkan disiplin ilmu lainnya? Fakta sejarah apakah yang mendukung klaim akan hal tersebut?

            Frasa itu sendiri merupakan post-fractum. Yang mana baru lahir ketika masuk ke abad modern dimana disiplin ilmu telah berkembang sedemikian rupa. Para filsuf generasi awal pun tidak pernah mengklaim bahwa pemikiran filosofisnya ditunjukkan untuk melahirkan suatu ilmu pengetahuan melainkan mencari jawaban atas apa yang dipertanyakan yang kemudian menjadi suatu abstraksi atau dapat kita bilang konsep. Hal ini kemudian dikembangkan lagi oleh beberapa ilmuwan dengan berbagai metodologi penelitian sehingga menghasilkan apa yang kita maksud saat ini sebagai ‘ilmu pengetahuan’.

            Diskursus pikiran yang sering terjadi antara para filsuf saat itu, serta perdebatan Panjang yang terjadi antara plato vs aristoteles juga berjasa dalam melahirkan disiplin ilmu yang baru. Sejarah Panjang ini telah membuktikan bahwa filsafat memiliki peran penting bahkan bisa saya bilang vital dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Atas dasar inilah mungkin dicetuskan filsafat adalah mother of sciences. Mengingat saat itu juga filsafat dan sains (ilmu pengetahuan) bukan dua hal yang berbeda, melainkan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Akan tetapi pada akhirnya mereka berpisah dikarenakan ilmu pengetahuan dinilai sudah dapat mandiri dan sudah tertata sedemikian rupa, terlepas dari itu berbagai ilmu pegetahuan tetaplah memakai konsep yang telah dilahirkan dari filsafat. Seperti apa itu keadilan, apakah yang disebut negara itu, apa itu kesehatan, dsb.

Pemisahan antara filsafat dengan ilmu pengetahuan kemudian menimbulkan pertanyaan. Apakah filsafat tidak berperan lagi dalam era ilmiah? seperti yang dikatakan oleh Stephen Hawking di dalam The Grand Design, bahwa “filsafat telah mati”. Benarkah demikian?. Hal tersebut akan saya bahas pada pembahasan selanjutnya, nantikan.

Terimakasih




Refrensi





Comments

Popular posts from this blog

Manusia dan Covid-19

About Me

Humanity and Religion: Teman atau lawan?